Selasa, 09 Juni 2009

Aku sadar kalo Ortu Menginginkan ku jadi terbaik

Memang sulit menjadi orangtua, terutama orangtua yang merasa dirinya mempunyai pengalaman dan wawasan, untuk mengarahkan anak-anaknya dalam memilih tujuan hidupnya. Dan pada dasarnya setiap orangtua selalu ingin yang terbaik untuk anak-anaknya, walau bagi si anak, orangtua terasa seperti mendikte atau memaksakan. Terkadang diperlukan bantuan pihak ketiga, untuk menjembatani perbedaan tersebut, agar masing-masing pihak dapat melihat secara jernih dan terbuka.

“Saya sadar ternyata saran orangtuaku tak salah,” kata seorang teman. Teman ini di awal perkuliahan sering membolos, dan sekedar datang kuliah tepat waktu saja merupakan hal yang sangat baik. Dari omong-omong dengan teman tadi, ternyata dia sebetulnya tak menyukai pilihan kuliahnya. Teman tadi cukup beruntung, karena otaknya encer, jadi walau kuliah ogah2an, dia bisa terus naik tingkat dengan nilai yang lumayan baik. Setelah tahun ketiga, rupanya teman tadi makin tertarik dengan kuliahnya, yang pada semester tersebut, setiap mahasiswa dapat memilih jurusan yang disukai. Dan dapat diduga, nilainya melejit, dan dia bisa menyelesaikan kuliah dengan mudah, bahkan melanjutkan ke S2-S3 dengan mendapatkan beasiswa. Saat ketemu, kami menanyakan bagaimana perasaan dia sekarang, teman tadi menyatakan dengan jujur, dia bersyukur mempunyai orangtua yang dapat melihat visi ke depan serta memahami kelebihan dan kekurangan anaknya.

Teman yang lain, menceritakan betapa ayahnya pernah jatuh sakit, hanya gara-gara kakaknya yang telah diterima di Fakultas Kedokteran, di salah satu universitas terbaik di Jawa Timur, pada tahun keempat keluar dan pindah ke jurusan teknik di Universitas swasta. Walau pada akhirnya kakak teman tadi selesai kuliahnya, namun situasi telah menjadi tidak enak.

Sekarang, pada umumnya saat kelas 2 SMA telah dapat dilakukan tes psikologi, untuk mengetahui bakat dan minat seorang pelajar sebaiknya akan melanjutkan kuliah dimana. Karena pernah ikutan bertugas di sebuah bimbel, dan membantu ortu yang ingin tahu sebaiknya anaknya mendaftar kemana, saya menjadi mengerti bahwa memilih jurusan untuk kuliah itu tidak mudah. Pada saat itu, saya memahami bagaimana orangtua stres menghadapi anaknya, namun si anak juga pusing. Ada istilah, jika orangtua sukses, dia menginginkan anaknya lebih sukses dibanding orangtuanya. Dan jika orangtua punya mimpi yang belum tercapai, maka orangtua ingin agar si anak dapat menggapai mimpi itu. Tugas saya saat itu adalah menjembatani keinginan orangtua dan anak, agar tetap sesuai dengan hasil test psikologi, namun juga tak menimbulkan pertentangan.

Terkadang anak juga ikut teman, kalau rata-rata temannya ingin melanjutkan ke Fakultas Kedokteran, maka anak juga ikutan ingin kesana, tanpa melihat kemampuannya. Pada saat ini jurusan yang disediakan oleh Perguruan Tinggi begitu beragam, dan terkadang kita melihatnya harus berhati-hati…..karena ada juga jurusan yang ternyata tak sesuai dengan yang tercantum dalam buku panduan. Di dalam buku panduan hanya dicantumkan jurusan, tanpa mencantumkan detail materi perkuliahan dari tahun pertama sampai selesai.

Saya masih ingat saat saya mendaftar masuk ke suatu Fakultas melalui surat, betapa malunya saat sudah diterima, ternyata jurusan yang saya cantumkan dalam surat lamaran, sebetulnya bukan jurusan namun hanya salah satu bagian dari materi perkuliahan. Namun universitas tersebut, yang menyadari bahwa saat itu (tahun 70 an) memang para siswa SMA belum terlalu mengenal, yang penting adalah nilai rapor sejak kelas 3 SMP sampai dengan nilai kelulusan SMA memenuhi persyaratan. Saat diterima sebagai mahasiswa, yang rupanya Universitas menyadari bahwa para mahasiswa berdatangan dari seluruh pelosok Indonesia, maka dalam surat penerimaan, disertakan juga barang-barang apa yang minimal harus dibawa, seperti selimut, jas hujan atau payung, obat2an yang biasa diminum. Diberikan peta, cara mencari gedung Rektorat, rute bemo, cara mencapai wilayahnya (dari Jakarta atau Bandung), serta tempat mencari kos2 an.

Mungkin kesan pertama ini yang membuatku langsung menyukai tempatku kuliah, walau sebetulnya kuliah disini bukan pilihan pertama, dan kebetulan saya indekost di tempat dosen. Pada saat awal 70 an, para dosen yang rumah dinasnya di sekitar universitas diinstruksikan dapat menampung sementara anak-anak yang berdatangan dari luar daerah, juga asrama putri dan asrama putra, yang juga berdekatan dengan kompleks universitas tersebut. Padahal universitas ini adalah bukan pilihan pertama, namun akhirnya saya juga menyadari bahwa disinilah sebetulnya tempatku yang sesuai. (bluish18)

Jumat, 05 Juni 2009

Persahabatan taK abadi..,

NILAI PERSAHABATAN


Cinta kasih adalah perasaan manusia yang alami. Karena itulah kita lihat setiap manusia tertarik oleh suatu kekuatan batin kepada sesamanya. Jadi, kebutuhan alami ini harus dipenuhi, dan setiap orang harus menegakkan hubungan persaudaraan untuk mendapatkan maslahat sosial dari hubungan itu.

Cinta adalah pondasi keamanan dan kesenangan. Cinta merupakan kebutuhan rohani yang paling dapat dinikmati, yang berkembang bersama waktu. Di dunia ini tak ada yang lebih berharga daripada cinta.

Kepahitan dan penderitaan yang dirasakan ketika kehilangan seseorang yang dicintai merupakan musibah terbesar bagi manusia. Rohani membutuhkan rohani lain untuk perlindungan, kalau tidak maka kita akan tercabik?cabik di tangan kerisauan dan kecemasan dan dengan demikian, menjadi korban penindasan dunia kita sendiri. Seorang cendekiawan mengatakan, “Rahasia kebahagiaan ialah memelihara hubungan persaudaraan dengan dunia kita, ketimbang menciptakan kekacauan. Orang yang tak dapat mencintai sesama manusia tak akan dapat menjalani kehidupan aman yang bebas dari kecemasan.

Ikatan terbaik yang menyatukan berbagai unsur suatu masyarakat adalah ikatan yang dibangun atas dasar perasaan yang tulus dan cinta yang sesungguhnya. Keserasian yang ada di antara dua jiwalah yang membuat mereka bersatu dalam dunia cinta dan persatuan. Dari sinilah dasar menguncupnya kebahagiaan dan persahabatan yang abadi.

Persahabatan yang paling berharga adalah yang tidak dibangun atas kepentingan pribadi, tetapi yang merupakan kembaran perasaan persaudaraan dan mampu memuaskan jiwa manusia yang membutuhkan cinta dan kesenangan.

Orang yang memperkenalkan dirinya sebagai sahabat yang setia tak boleh membiarkan faktor apa pun menggoyahkan perasaannya kepada sahabatnya itu; sesungguhnya ia harus berusaha menyingkirkan bencana dan kepedihan yang menimpa hati sahabatnya, dan memperagakan kepadanya taman harapan dan kesenangan. Orang yang mengharapkan cinta orang lain harus mampu memberikan kepadanya hal yang sama.

Pergaulan dengan orang lain mungkin akan sangat merugikan apabila tidak dibangun atas dasar cinta dan kejujuran dari kedua belah pihak.

Sebenarnya salah satu syarat kebahagiaan dan metode yang efektif bagi perkembangan rohani adalah persahabatan yang sesungguhnya dengan orang?orang saleh. Oleh karena itu, sangat penting menguji dengan cermat para individu yang akan diambil sebagai sahabat. Adalah kesalahan tak berampun apabila kita mengukuhkan persahabatan dengan seseorang yang kejujuran dan kemurniannya tidak teruji, karena manusia diciptakan dengan watak mudah terpengaruh oleh sifat orang lain melalui pergaulannya dengan mereka. Akhlak yang baik merupakan unsur yang kuat dalam mencapai keberhasilan.

Kesimpulannya, perilaku baik adalah rahasia di balik penerimaan orang lain. Orang tak mungkin senang terhadap orang yang berperilaku buruk walaupun berkedudukan baik. Tinjauan pribadi akan mengungkapkan alasan mengapa orang lebih cenderung terhadap para individu tertentu ketimbang yang lainnya.

Tak ada orang yang menyangkal efek besar dari perilaku ini dalam melembutkan hati musuh. Sopan santun dan akhlak yang baik juga memainkan peranan penting dalam meyakinkan lawan untuk menganut akidah.

Dengan kata lain, rasa cinta harus merupakan perwujudan dari apa yang ada dalam hati. Penampilan luar tidak pasti merupakan pencerminan dari apa yang tersimpan dalam hati manusia. Mungkin perilaku baik seseorang berlawanan dengan hatinya yang bingung dan sesat. Banyak iblis yang berbusana malaikat, menyembunyikan wajah mereka yang mengerikan di balik tabir keindahan.